Dampak Buruk yang Ditimbulkan Akibat Perilaku Labeling

Dampak Buruk yang Ditimbulkan Akibat Perilaku Labeling

Icolancer.comDampak Buruk Perilaku Labeling – Hidup sebagai makhluk sosial tentu memberikan dampak yang besar bagi kehidupan. Namun, ada kalanya apa yang dilakukan orang lain memberikan pengaruh buruk bagi dirimu. Bukan rahasia lagi jika masalah kesehatan mental masih menjadi salah satu keresahan di masyarakat.

Gangguan kesehatan mental tak jarang disebabkan oleh interaksi sosial yang tidak sehat. Bahkan, interaksi sosial ini lah yang sering disepelekan. Berbagai perilaku atau kebiasaan buruk yang dimaklumi membuat diri lambat laun terbebani.

Salah satu kebiasaan buruk yang mampu memicu gangguan kesehatan mental adalah labeling. Disadari atau tidak, masyarakat saat ini sudah terbiasa dengan perilaku labeling yang sebenarnya mampu memberikan dampak buruk bagi diri sendiri maupun orang lain.

Baca juga : Tips Berat Badan Ideal

Dampak Buruk yang Ditimbulkan Akibat Perilaku Labeling

Apa itu labeling? Sederhananya, labeling adalah perilaku pemberian julukan, cap, atau anggapan mengenai seseorang. Sayangnya, labeling kerap kali menggunakan sebutan yang berkonotasi negatif atau menyimpang yang mampu menyakiti pihak terkait. Beberapa contoh labeling yang sering terdengar di masyarakat adalah pemberian julukan, seperti “perawan tua”, “anak nakal”, sampai julukan tak pantas pada seseorang.

Apa motivasi seseorang melakukan labeling? Ironisnya, banyak orang yang melakukan labeling hanya karena menganggap julukan tersebut sebagai konten lucu, bercanda, atau bersenang-senang. Faktanya, kerap kali perlakuan verbal menimbulkan perlakuan lain yang tidak menyenangkan. Bahkan, hal ini berdampak besar bagi kepribadian seseorang.

Baca juga : Kesehatan Jantung

Dampak Buruk Perilaku Labeling

Dampak Buruk Perilaku Labeling

Pernah melakukan labeling? Berikut adalah deretan dampak yang menjadi alasan mengapa kebiasaan labeling membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Overthinking

Orang yang mengalami perlakuan labeling mungkin akan tersenyum bahkan tertawa di depanmu. Tapi, lambat laun ia akan mulai memikirkan apa yang kamu katakan. Misalnya saja ketika kamu menyebut temanmu “perawan tua”, ia akan memikirkan sebutan itu dan membuatnya mencari tahu kebenaran seputan itu pada dirinya. Hal ini akan menjadi masalah apabila dipikirkan terlalu berlebihan.

Mengamini Label yang Melekat Pada Dirinya

Memikirkan secara berlebihan akan membawa korban labeling pada titik membenarkan segala sebutan yang diberikan pada dirinya. Padahal, mengamini sebutan yang diberikan oleh orang lain dapat menimbulkan dampak negatif .

Menunjukkan Perilaku Sesuai Dengan Label yang Diberikan

Mengamini label yang diberikan akan membuat seseorang menunjukkan perilaku berlebihan yang mengamini bahwa ia sesuai dengan label yang diberikan. Hal ini menjadi serius jika label yang diberikan memiliki konotasi negatif bahkan menunjukkan penyimpangan. Seseorang dengan label negatif akan menganggap perilaku yang ia lakukan adalah hal biasa karena label yang telah melekat pada dirinya.

Tidak Menjadi Diri Sendiri

Selain menunjukkan eksistensi atas label yang diberikan oleh orang lain, dampak lain yang akan muncul adalah rasa enggan menjadi diri sendiri. Korban labeling takut untuk melakukan sesuatu yang dapat membuat orang lain membenarkan label yang diberikan atas dirinya.

Takut menjadi diri sendiri akan membuat korban bertindak tidak biasa atau tidak natural. Terus melakukan sesuatu yang tidak biasa mampu menimbulkan stres bagi seseorang, karena tidak bisa mengekspresikan apa yang dirasakan seperti biasa. Ini juga berpengaruh pada rasa percaya diri seseorang yang menurun akibat labeling.

Menjadi Lebih Tertutup

Dengan julukan berkonotasi negatif yang melekat pada diri seseorang, mampu membuat orang tersebut membatasi diri dalam kehidupan sosial. Lebih tertutup dan meminimalisir komunikasi yang dapat membuat seseorang mengamini label yang diberikan atas dirinya dapat menjadi beban baru yang mampu memunculkan masalah mental. Tak jarang seseorang terkena depresi karena lingkungan yang ia rasa tak bersahabat untuk mengekspresikan diri.

Mengundang Orang Lain Turut Melakukan Labeling Hingga Bullying

Tahukah kamu bahwa melakukan labeling di depan orang lain dapat memicu orang lain untuk melakukan labeling pula? Tindakan yang seperti ini bahkan bisa menjadi awal terjadinya bullying. Tanpa disadari, bullying bisa terjadi karena tindakan labeling yang terus menerus, hingga membuat orang lain ikut melakukan hal yang sama pada korban labeling.

Tindakan Ekstrem yang Menyimpang

Apa yang kamu rasakan ketika mendapat sebutan yang tidak kamu sukai? Tentu hal itu akan menimbulkan rasa kesal. Rasa kesal atau kebencian yang terjadi secara terus menerus dapat menimbulkan berbagai tindakan ekstrem, misalnya saja bunuh diri.

Ketidakmampuan seseorang dalam mengendalikan keadaan acap kali membuat keputusan mengakhiri hidup dianggap tepat. Rasa benci pada orang lain yang tertahan tak jarang membuat seseorang mulai membenci diri sendiri dan memutuskan untuk bunuh diri.

Tindakan ekstrem lain yang bisa terjadi karena kebiasaan labeling adalah keinginan balas dendam hingga ke level melukai. Banyaknya kasus kriminal, seperti pembunuhan bisa juga ditengarahi oleh tindakan tidak menyenangkan termasuk labeling.

Baca juga : Osteoporosis

Dampak Buruk Perilaku Labeling

Nah, demikianlah berbagai dampak dari perilaku labeling yang membahayakan. Jika labeling dengan hal yang berkonotasi negatif atau menyimpang itu membahayakan, lalu bagaimana dengan labeling menggunakan hal yang berkonotasi positif?

Baik hal yang berkonotasi negatif maupun positif, labeling adalah perilaku yang tidak dibenarkan. Julukan positif pun akan memberikan dampak bagi korban labeling. Misalnya saja ketika kamu mendapat sebutan “si langsing”. Meski senang dengan sebutan tersebut, kamu pasti berusaha keras untuk menjaga sebutan tersebut tetap melekat. Bahkan, ketika berat badanmu naik sedikit saja, kamu akan khawatir dan melakukan berbagai cara untuk menurunkannya.

Melihat berbagai dampak buruk yang ditimbulkan akibat perilalu labeling, maka sebaiknya kamu menghindari perilaku labeling dari sekarang. Memberikan pujian atau pun teguran secara wajar adalah pilihan yang terbaik, dari pada terus mengaitkan seseorang dengan suatu kecenderungan.

Baca juga : Penyebab Otak Kekurangan Oksigen

Selain itu, sadari juga bahwa setiap orang memiliki karakter uniknya masing-masing. Jadi, jangan mudah untuk melontarkan sesuatu yang berkonotasi negatif. Saling menghargai akan membuat hidup lebih harmonis.

You May Also Like

About the Author: icolancer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *