5 Jenis Investasi Aman dan Menguntungkan di Tahun 2020

5 Jenis Investasi Aman dan Menguntungkan di Tahun 2020

Icolancer.comJenis Investasi – Saat ini, dunia finansial terus mengalami perkembangan ke arah yang positif dimana membuat semakin banyak orang tertarik untuk mengetahui secara mendahal tentang dunia finansial. Sebut saja yang saat ini sedang menjadi trend masyarakat di Indonesia adalah investasi. Sebenarnya trend investasi sudah dilakukan oleh masyarakat Indonesia bertahun-tahun lalu. Banyak pilihan alat untuk investasi yang dapat dilakukan. Yang membedakan antara alat investasi satu dengan yang lainnya adalah tingkat risiko dan jumlah keuntungan yang didapatkan.

Investasi adalah salah satu cara untuk meningkatkan aset. Akan tetapi, untuk menemukan investasi mana yang menguntungkan, ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan terutama dalam hal keamanan dan keuntungan. Apalagi di tahun 2020 ini semakin banyak sekali jenis investasi yang dapat dipilih dengan menawarkan keuntungan yang besar.  Nah berikut ini akan diulas mengenai 5 jenis investasi aman di tahun 2020. Penasaran? Simak baik-baik ulasannya di bawah ini!

Baca juga : Startup Terbaik

5 Jenis Investasi Aman Di Tahun 2020

1. Investasi Deposito

Investasi Deposito

Investasi deposito termasuk salah satu jenis investasi yang banyak digemari investor. Banyak yang mengatakan jika investasi dengan modal deposito dianggap sudah umum karena memiliki risiko yang rendah dan keuntungannya mudah dalam mengalami peningkatan dibandingkan investasi lainnya. Selain itu, jangka waktu yang ditawarkan untuk deposito biasanya antara 6-12 bulan yang kemudian dapat dicairkan beserta bunganya. Dengan begitu, investor dapat menggunakan investasi deposito sebagai tabungan jangka menengah.

Keuntungan dari investasi deposito juga terletak pada sistem keamanannya.  Dana yang disimpan dalam bentuk deposito akan dijamin keamanannya oleh LPS maksimal sebesar Rp 2 miliar per nasabah per bank. Dengan adanya jaminan inilah, para investor tidak perlu khwatir untuk melakukan investasi deposito.  Perlu diperhatikan dan diingat jika deposito memiliki jangka waktu tenor yang telah ditentukan dan disepakati sejak awal pembukaan.

Dibandingkan dengan tabungan biasa, deposito memiliki return yang lebih tinggi dengan persentase bunga yang baik. Apabila investor pertama kali melakukan investasi deposito, dana awal yang digunakan cukup besar yaitu sekitar Rp 5.000.000- Rp 10.000.000.  Untuk pembukaan deposito sendiri , prosedurnya tidak jauh berbeda dengan membuka tabungan di bank. Beberapa kelebihan itulah yang menjadikan faktor penyebab investasi dengan deposito banyak digemari investor.

Baca juga : Manfaat Asuransi Kendaraan

2. Investasi Reksa Dana

Investasi Reksa Dana

Reksa Dana menjadi salah satu incaran para investor pemula yang ingin memulai untuk berinvestasi. Mengapa demikian? Karena berinvestasi di Reksa Dana tidak membutuhkan modal awal yang besar. Investor dapat berinvestasi di Reksa Dana  dengan modal mulai dari Rp. 10.000. Selain itu, di dalam Reksa Dana terdapat manager investasi yang akan membantu para investor dalam mengelola keuangannya sehingga ketika investor pemula yang tidak memiliki keahlian dalam berinvestasi dapat mengandalkan manager investasi untuk mengelola keuangannya.

Selain itu, tugas manager investasi lainnya adalah mengelola kumpulan modal dari semua investor untuk diletakkan ke dalam berbagai jenis portofolio investasi seperti surat berharga, obligasi, saham, tanda bukti utang, dan lainnya. Perbedaan peletakkan itulah yang membuat Reksa Dana dibagi menjadi beberapa jenis seperti Reksa Dana pasar uang, pendapatan tetap, campuran, dan sebagainya.

Hal yang harus diperhatikan ketika berinvestasi di Reksa Dana adalah beban operasi atau expense ratio. Biaya yang harus dikeluarkan dapat berbentuk fee untuk penasehat investasi, biaya admin, fee distribusi, dan biaya pengeluaran lainnya. Sebagai contoh: misalnya ada Reksa Dana A yang memiliki imbal hasil sebesar 20% per tahun dengan expense ratio 2.5 %, maka imbal hasil sesungguhnya yang didapatkan kurang lebih sebesar 17.5% per tahun.

Baca juga : Manfaat Asuransi Perjalanan

3. Investasi Emas

Investasi Emas

Sejak ribuan tahun lalu, emas sudah menjadi simbol untuk kekayaan. Dibandingkan dengan jenis investasi lain, emas termasuk aset investasi yang memiliki wujud. Setiap tahun, harga emas mengalami kenaikan terus menerus. Ditambah lagi emas memiliki nilai yang stabil, aman, dan mampu bertahan terhadap inflasi. Hal itulah yang menjadikan emas sebagai salah satu jenis investasi yang menguntungkan dan hingga sampai saat ini banyak orang yang masih mengandalkannya sebagai instrumen investasi.

Meskipun harga emas selalu mengalami kenaikan, namun kenaikan harga tidak selalu signifikan. Itulah yang menjadikan emas sangat cocok digunakan sebagai investasi jangka panajang dari pada investasi jangka pendek. Dengan investasi jangka panjang, investor akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Perlu diingat juga jika investor ingin berinvestasi emas, maka simpanlah dalam bentuk batangan. Hal itu dikarenakan emas batangan memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan emas dalam bentuk perhiasan. Selain itu, dapat juga disimpan dalam bentuk digital dimana lebih likuid untuk dicairkan.

Banyak keuntungan yang dapat diterima ketika melakukan investasi emas. Namun tidak menutup kemungkinan jika para investor dapat mengalami kerugian dalam berinvestasi dengan emas. Investasi emas ternyata memiliki risiko kehilangan yang lebih tinggi daripada investasi jenis lainnya. Bahkan bisa saja jika emas yang diinvestasikan adalah emas palsu.

Baca juga : Belanja Secara Online

4. Investasi P2P Lending

Investasi P2P Lending

Terjadinya perkembangan teknologi di dalam dunia ekonomi melahirkan sebuah investasi baru yang tergolong investas jangka pendek. Investasi yang dimaksud adalah Peer to peer (P2P) Lending. Investasi P2P Lending termasuk jenis investasi dengan modal kecil. Dengan menggunakan P2P Lending, investor dapat berinvestasi mulai dari modal sebesar Rp 25.000. Selain itu, sambil berinvestasi, investor juga secara tidak langsung dapat membatu perkembangan UMKM yang menjadi penggerak utama perekonomian di Indonesia.

P2P Lending merupakan sebuah wadah yang mempertemukan antara peminjam dan pendana sehingga akan terjadi suatu interaksi pinjam meminjam secara daring. Peminjam merupakan pelaku UMKM yang membutuhkan bantuan modal usaha. Sedangkan pendana atau investor dapat dilakukan oleh siapa saja yang mau memberikan pinjaman kepada pelaku UMKM. Alternatif pinjaman yang dilakukan pelaku UMKM melalui P2P Lending lebih cepat dan mudah dibandingkan melalui lembaga keuangan konvensional. Selain itu, investasi melalui P2P Lending akan mendapatkan keuntungan dari bunga pinjaman.

Ada salah satu P2P Lending yang aman dan memberikan imbal hasil yang besar yaitu Modal Rakyat. Perlu diketahui jika P2P Lending sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Melalui P2P Lending, investor dapat memperoleh imbal hasil hingga 25% per tahun.

Baca juga : Tips Memilih Program Affinity

5. Investasi Saham

Investasi Saham

Jenis investasi terakhir yang dapat dipilih adalah investasi saham. Akan tetapi, di Indonesia sendiri peminat investasi saham tergolong sedikit. Saham merupakan bukti kepemilikan atas sebuah perusahaan. Para investor dapat berinvestasi saham di perusahaan terbuka. Biasanya perusahaan-perusahaan terbuka yang menerima investasi saham memiliki nama Tbk di bagian belakangnya. kadang satu perusahaan terbuka bisa memiliki jumlah pemiliki saham hingga 300 orang.

Jika ingin berinvestasi saham, maka belilah saham ketika harganya rendah dan jual saham tersebut ketika harga saham naik. Dari jual beli itulah para investor saham akan memperoleh keuntungannya. Selain itu, jika ingin mulai berinvestasi saham mulailah dari nominal yang kecil, dan selalu update terhadap peristiwa-peristiwa penting yang dapat mempengaruhi harga saham. Dari situlah akan mengetahui kapan waktu yang tepat untuk membeli dan menjual saham. Memang terdengar mudah. Namun, sangat perlu untuk memaham bagaimana cara memperoleh keuntungan yang optimal.

Nah itulah 5 jenis investasi aman di tahun 2020. Semoga apa yang diulas di dalam artikel ini bermanfaat khususnya bagi pembaca yang ingin memulai untuk berinvestasi untuk masa depannya.

You May Also Like

About the Author: icolancer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *