Inilah Penyebab Osteoporosis dan Cara Pencegahannya

Inilah Penyebab Osteoporosis dan Cara Pencegahannya

Icolancer.comOsteoporosis – Menjalani ativitas dengan tubuh yang sehat dan kuat adalah berkah tersendiri bagi setiap orang. Namun, sadarkah kamu bahwa selama ini tulang telah bekerja keras dalam menopang aktivitas harianmu? Meski dirancang sangat kuat dan padat, tulang juga bisa mengalami gangguan kesehatan yang dapat menghambat aktivitas. Misalnya saja saat tulangmu mengalami osteoporosis.

Apa Itu Osteoporosis?

Apa Itu Osteoporosis?

Siapa yang tak tahu dengan osteoporosis? Osteoporosis atau biasa disebut dengan tulang keropos adalah suatu kondisi dimana kualitas kepadatan tulang mengalami penurunan. Penurunan kepadatan tulang ini lah yang nantinya memicu gangguan lain, seperti retak atau patah tulang.

Osteoporosis biasanya menyerang orang-orang dengan usia lanjut, seiring dengan degenerasi fungsi tubuh. Perlu diketahui bahwa tulang terus mengalami regenerasi. Proses pertumbuhan maupun regenerasi pada tulang akan melambat seiring pertambahan usia. Kecepatan pembuangan jaringan tulang lama berjalan lebih cepat daripada pembentukan tulang baru. Hal ini lah yang membuat kepadatan tulang secara perlahan makin berkurang.

Baca juga : Penyebab Otak Kekurangan Oksigen

Faktor-Faktor yang Meningkatkan Risiko Osteoporosis

Faktor-Faktor yang Meningkatkan Risiko Osteoporosis

Selain melambatnya regenerasi tulang, tentu ada beberapa faktor lain yang mampu meningkatkan risiko terjadinya osteoporosis. Faktor yang pertama adalah tidak mampunya usus dalam menyerap nutrisi, sehingga nutrisi yang seharusnya berguna untuk pembentukan tulang menjadi tidak terpenuhi.

Riwayat penyakit osteoporosis dari anggota keluarga rupanya juga menjadi salah satu penyebab meningkatnya risiko osteoporosis. Gaya hidup yang tidak sehat, seperti merokok dan minum minuman keras juga menjadi salah satu faktor pemicu osteoporosis.

Salah satu faktor meningkatnya risiko osteoporosis yang perlu menjadi perhatian khusus adalah pengaruh hormon. Kelenjar tiroid yang terlalu aktif, rupanya mampu meningkatkan risiko terjadinya osteoporosis. Selain itu, pemakaian obat-obatan dalam jangka panjang juga mempengaruhi kadar hormon di dalam tubuh yang menyebabkan terganggunya regenerasi tulang.

Baca juga : Obat Tradisional Mengatasi Asam Urat

Benarkah Wanita Lebih Rentan Mengalami Osteoporosis?

Benarkah Wanita Lebih Rentan Mengalami Osteoporosis?

Bicara tentang osteoporosis, benarkah wanita memiliki risiko lebih tinggi mengalami osteoporosis daripada pria?

Massa Tulang

Faktanya, wanita memang lebih rentan mengalami osteoporosis daripada kaum pria. Wanita memiliki massa tulang yang lebih tipis dan kecil daripada pria. Selain itu, titik tertinggi pertumbuhan tulang wanita berjalan lebih cepat dibandingkan pria. Maka, tak heran jika wanita lebih rentan mengalami osteoporosis.

Kehamilan dan Menyusui

Tidak seperti pria, wanita mengalami masa kehamilan dan menyusui. Bukan rahasia lagi bahwa ibu yang tengah hamil dan menyusui perlu meningkatkan asupan kalsium dan vitamin D. Selain untuk membangun tulang yang kuat, apabila bayi tidak mendapat cukup nutrisi, maka kebutuhan kalsium bayi akan dipenuhi dengan cara mengambil kalsium dari tulang ibu. Ini lah yang kemudian menyebabkan kepadatan tulang menjadi menurun.

Pengaruh Menopause dan Estrogen

Wanita yang sudah mengalami menopause biasanya lebih rentan mengalami osteoporosis. Hal ini dikarenakan pada masa menopause, tingkat hormon estrogen dalam tubuh mengalami penurunan secara signifikan. Padahal, selain berperan pada siklus reproduksi wanita, hormon estrogen juga berperan dalam menjaga kepadatan tulang. Sehingga, pada saat menopause, penurunan kepadatan tulang akibat turunnya kadar estrogen tak dapat dihindari.

Baca juga : Tips Meningkatkan Konsentrasi dan Daya Ingat

Gejala dan Deteksi Osteoporosis

Gejala dan Deteksi Osteoporosis

Resah akan risiko osteoporosis, sayangnya tidak ada tanda-tanda yang jelas ketika tulang mengalami penurunan kepadatan pada tahap awal. Tapi, beberapa kondisi seperti menurunnya tinggi badan, postur tubuh yang bungkuk, juga sakit puggung sering dijadikan acuan bahwa kepadatan tulang mulai menurun. Biasanya, penderita osteoporosis baru menyadari kondisinya setelah mengalami keretakan hingga patah tulang.

Untuk memastikan kondisi tulang yang sebenarnya, kamu bisa melakukan prosedur diagnosa dengan menggunakan Dual Energy X-ray Absorptiometry Scan (DEXA Scan). Prosedur ini digunakan untuk mengetahui kondisi kepadatan tulang dan juga memperkirakan risiko keretakan tulang.

Baca juga : Manfaat Pete Bagi Tubuh

Cara Mencegah Terjadinya Osteoporosis

Cara Mencegah Terjadinya Osteoporosis

Seiring bertambahnya usia, penurunan fungsi tubuh memang sulit untuk dihindari. Begitu pula pada regenerasi tulang yang melambat, sehingga menyebabkan osteoporosis. Meski demikian, masih ada serangkaian upaya yang bisa dilakukan untuk meminimalisir terjadinya osteoporosis. Apa sajakah itu?

Konsumsi Makanan Mengandung Mineral dan Vitamin D

Mineral adalah unsur penting yang dibutuhkan untuk petumbuhan dan pemeliharaan tulang dan gigi, terutama kalsium. Begitu pula dengan vitamin D yang memiliki peran penting dalam mengatur kadar kalsium dan fosfor dalam darah yang berperan dalam menjaga kesehatan tulang. Vitamin D dibutuhkan oleh tubuh untuk memaksimalkan penyerapan kalsium pada usus. Agar tulang terjaga kepadatannya, maka penuhilah kebutuhan mineral dan vitamin D dengan mengonsumsi makanan yang kaya mineral dan vitamin D, seperti susu dan kacang-kacangan.

Hindari Merokok dan Minuman Beralkohol

Konsumsi minuman beralkohol dan kebiasaan merokok mampu meningkatkan risiko terjadinya osteoporosis. Terganggunya metabolisme dalam tubuh dan juga proses penyerapan kalsium adalah salah satu dampak yang disebabkan oleh pola hidup yang kurang sehat. Jadi, hindarilah minuman beralkohol dan juga rokok jika ingin tulangmu tetap sehat hingga hari tua.

Pola Makan Teratur dan Rutin Berolahraga

Sering menunda makan rupanya juga berpengaruh bagi kesehatan tulang loh. Tubuh tentunya perlu nutrisi untuk melakukan regenerasi sel, begitu juga dengan tulang yang perlu asupan mineral. Menunda makan membuat nutrisi yang dibutuhkan untuk memelihara tulang menjadi kurang, sehingga kepadatan tulang menjadi terganggu. Selain menjaga pola makan, melakukan olahraga secara teratur juga membantumu dalam menjaga kepadatan tulang. Olahraga seperti lompat tali, lari, dan juga trampolin sangat dianjurkan untuk memelihara kesehatan tulang dan juga sendi.

Baca juga : Tanaman Herbal

Nah, demikian informasi seputar osteoporosis mulai dari risiko hingga pencegahannya. Jangan ragu untuk memeriksakan kesehatan tulang secara rutin pada dokter dan berkonsultasi jika mengalami keluhan. Semoga informasi ini bermanfaat dan dapat memberikan motivasi untuk menjaga kesehatan tulang.

You May Also Like

About the Author: icolancer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *