Pengertian Surat Perjanjian : Cara Membuat Beserta Contohnya

Pengertian Surat Perjanjian : Cara Membuat Beserta Contohnya

Icolancer.comSurat Perjanjian – Dalam kehidupan pastinya kita seringkali membuat janji dengan orang lain baik itu dengan teman ataupun saudara. Perjanjian yang kita lakukan itu melalui cara lisan. Perjanjian secara lisan hanya bisa dilakukan untuk sesuatu yang kurang penting. Berbeda halnya dalam dunia bisnis. Dalam dunia bisnis, perjanjian yang dilakukan biasanya untuk sesuatu yang penting seperti perjanjian jual beli, sewa menyewa, dan lainnya. Perjanjian seperti itu diperlukan sebuah bukti tertulis yang disebut dengan surat perjanjian.  

Pengertian Surat Perjanjian : Cara Membuat Beserta Contohnya

Jika kamu melakukan sebuah perjanjian yang bersifat penting, sebaiknya gunakan surat perjanjian secara tertulis. Jangan melakukan perjanjian secara lisan karena perjanjian lisan tidak berlandaskan hukum sehingga jika suatu saat perlu untuk dibuktikan, kamu akan sulit membuktikannya karena tidak adanya bukti yang tertulis. Sedangkan jika kamu melakukan sebuah perjanjian secara tertulis dengan menggunakan surat perjanjian, suatu saat jika memerlukan bukti, kamu akan mudah untuk membuktikannya karena memiliki bukti yang valid dan kamu dapat memperkarakan apabila salah satu pihak melanggar isi perjanjian.

Pertanyaannya, apakah kalian sudah mengetahui seperti apa surat perjanjian itu? bagaimana cara membuatnya?. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, berikut ini akan diulas mengenai contoh surat perjanjian untuk berbagai keperluan 2020. Namun sebelum itu akan dijelaskan terlebih dahulu tentang hal-hal yang berkaitan dengan surat perjanjian meliputi pengertian dan cara membuat surat perjanjian. Maka dari itu, simak baik-baik ya!

Baca juga : Surat Peringatan

Pengertian Surat Perjanjian

Pengertian Surat Perjanjian

Surat perjanjian meruapakan surat yang digunakan sebagai bentuk kesepakatan antara dua belah pihak atau lebih yang bersifat mengikat suatu keputusan yang telah disepakati bersama mengenai hak dan kewajiban masing-masing pihak untuk saling menjaga dan menjalani janji yang telah ditetapkan di dalam surat perjanjian tersebut.

Dalam surat perjanjian perlu melibatkan saksi-saksi sebagai penguat isi dari perjanjian yang telah ditetapkan. Secara umum, surat perjanjian ada dua jenis, yaitu:

  • Surat perjanjian autentik
  • Surat perjanjian di bawah tangan

Sebuah surat perjanjian akan dianggap sah apabila memenuhi beberapa syarat tertentu, diantaranya:

  • Surat perjanjian harus ditulis di atas kertas yang di segel atau kertas biasa yang dilengkapi dengan materai
  • Pembuatan surat perjanjian harus dilakukan secara ikhlas dan tanpa paksaan dari siapapun
  • Isi surat perjanjian harus benar-benar dipahami betul oleh kedua belah pihak yang melakukan perjanjian
  • Pihak-pihak yang sepakat dalam membuat surat perjanjian harus sudah dewasa serta dalam keadaan waras dan sadar
  • Isi surat perjanjian haruslah jelas dan terperinci
  • Isi surat perjanjian harus berdasarkan aturan Undang-Undang dan norma-norma susila yang berlaku.

Baca juga : Surat Pemberitahuan

Cara Membuat Surat Perjanjian

Cara Membuat Surat Perjanjian

Pembuatan surat perjanjian tidak jauh berbeda dari pembuatan surat-surat resmi lainnya yang harus sesuai dengan struktur penulisan surat perjanjian. Berikut cara pembuatan surat perjanjian:

Judul

Judul termasuk poin utama di dalam surat perjanjian. Dalam judul ini dapat mewakili isi dari surat perjanjian yang dibuat

Tanggal

Tanggal berada di pojok kiri atas yang sifatnya sangat penting untuk mengetahui kapan surat perjanjian yang dibuat

Isi

Isi termasuk bagian penting di dalam surat perjanjian. Di bagian isi, ada beberapa hal yang wajib dicantumkan seperti identitas pihak yang melakukan perjanjian, keputusan yang disepakati, sanksi untuk yang melanggar, dan batas jatuh tempo surat perjanjian.

Penutup

Bagian ini diisi pernyataan bahwa surat perjanjian tersebut telah disetujui oleh kedua pihak tanpa paksaan dari siapapun.

Tanda Tangan

Poin terakhir yang wajib ada di dalam surat perjanjian adalah nama terang dan tanda tangan dari pihak-pihak yang melakukan perjanjian. Jangan lupa untuk memberikan materai.

Baca juga : Surat Pengantar

Contoh Surat Perjanjian Untuk Berbagai Keperluan 2020

Contoh Surat Perjanjian Untuk Berbagai Keperluan 2020

Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Tanah

SURAT PERJANJIAN JUAL BELI TANAH

Nomor: 657/ SP-JBT/ XII/ 2017

Pada hari Rabu tanggal 15 Juni 2017 telah dibuat kesepakatan kedua belah pihak yakni perjanjian antara:

            Nama               : Abdul Syafi’i

            No.KTP           : 3516768899760001

            Umur               : 35 tahun

            Pekerjaan         : Swasta

            Alamat             : Jl. Pahlawan No 9, Malang

Dalam hal ini bertindak sebagai pihak pertama (penjual)

            Nama               : Rahmat Husin

            No.KTP           : 3527868970009

            Umur               : 40 tahun

            Pekerjaan         : Swasta

            Alamat            : Jl. Surabaya No 87, Malang

Dalam hal ini bertindak sebagai pihak kedua (pembeli)

Pihak pertama telah menjual tanah sawah seluas 500 M2 kepada pihak kedua dengan harga Rp. 700.000.000,- (tujuh ratus juta rupiah). Pembayaran telah dilakukan dihadapan saksi-saksi dengan tunai.

Batas-batas tanah tersebut adalah sebagai berikut:

•  Sebelah Timur : Berbatasan dengan tanah Sdr. Fatoni

•  Sebelah Barat  : Berbatasan dengan tanah swah Sdr. Wahyudi

•  Sebelah Selatan: Berbatasan dengan tanah sawah milik Sdri. Ulumi

•  Sebelah Utara  : Berbatasan dengan tanah sawah miliki Sdr. Dirham

Maka, sejak 15 Juni 2017 tanah sawah tersebut di atas telah sah menjadi milik pihak kedua.

Demikian setelah keterangan isi surat perjanjian jual beli ini dimengerti oleh pihak pertama dan pihak kedua, juga saksi-saksi, maka ditanda tanganilah sebagai permulaan saaat pemindahan hak milik pihak pertama kepada pihak kedua.

                                                                                          Malang, 15 Juni 2017

Pihak Pertama (Penjual)                                                                      Pihak Kedua (Pembeli)

Abdul Syafi’i                                                                                      Abdul Syafi’i

Saksi-Saksi

Saksi I                                                 Saksi II                                    Saksi III

Ahmadi                                               Aditya                                     Suprapto

Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Motor

SURAT PERJANJIAN JUAL BELI MOTOR

Nomor: 011/ SPJBM/ XIII/ 2018

Surabaya, 23 April 2018

Kami yang bertanda tangan di bawah ini:

            Nama               : Siti Aisyah

            No.KTP           : 3557896579881

            Umur               : 39 tahun

            Pekerjaan         : Wiraswasta

            Alamat            : Jl. Anggrek No 89, Surabaya

Dalam hal ini bertindak atas nama pribadi dan selanjutnya disebut sebagai pihak pertama adalah penjual.

            Nama               : Amirawati

            No.KTP           : 3557688900876

            Umur               : 35 tahun

            Pekerjaan         : PNS

            Alamat            : Jl. Cempaka No 76, Sidoarjo

Dalam hal ini bertindak atas nama pribadi dan selanjutnya disebut sebagai pihak kedua adalah pembeli.

Untuk selanjutnya bersama-sama PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA disebut sebagai para pihak yang telah sepakat untuk mengadakan Perjanjian Jual Beli Motor dengan keterangan sebagai berikut:

Merek/Type                 : Honda Vario 125

Jenis/Model                 : Sepeda Motor

Tahun                          : 2015

Nomor Polisi               : L 2341 FB

Nama Pemilik              : Siti Aisyah

Nomor BPKB             : C786573892

Pokok perjanjian ini sebagai berikut:

1. PIHAK KEDUA membayar uang tunai senilai Rp 15.000.000 (lima belas juta rupiah) kepada PIHAK PERTAMA.

2. PIHAK PERTAMA setelah menerima pembayaran dari PIHAK KEDUA langsung menyerahkan motor, BPKB, dan STNK kepada PIHAK KEDUA.

Menyatakan bahwa Surat Perjanjian Jual Beli Motor ini dibuat dalam rangkap 2 (dua) dan ditandatangani serta dibubuhi dengan materai untuk dipegang oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA. Perjanjian ini memiliki kekuatan hukum yang sama bagi para pihak dan mulai berlaku sejak selesainya penandatangan perjanjian tersebut.

Surabaya, 23 April 2018

Pihak Pertama                                                                                           Pihak Kedua

Siti Aisyah                                                                                                 Amirawati

Contoh Surat Perjanjian Hutang Piutang

SURAT PERJANJIAN JUAL HUTANG PIUTANG

Nomor: 09/ SP-HP/ VI/ 2019

Kami yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama               : Mira Adisti

            No.KTP           : 3516787547999

            Umur               : 30 tahun

            Pekerjaan         : SWASTA

            Alamat            : Jl. Majalengka No 890, Jakarta Selatan

Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA

Nama               : Agung Santoso

            No.KTP           : 3517689369992

            Umur               : 29 tahun

            Pekerjaan         : PNS

            Alamat            : Jl. Aryawisata No 876, Jakarta

Pada hari ini tanggal 24 Oktober 2019 telah melakukan sebuah perjanjian hutang piutang. Adapun surat perjanjian ini berisikan tentang ketentuan-ketentuan yang harus ditaati oleh kedua belah pihak, yaitu sebagai berikut:

1. PIHAK PERTAMA telah menerima uang sejumlah Rp. 20.000.000 (dua puluh juta rupiah) dari PIHAK KEDUA, yang mana uang dengan jumlah tersebut termasuk hutang atau pinjaman.

2. PIHAK PERTAMA bersedia untuk menyerahkan sertifikat tanah kepada PIHAK KEDUA sebagai jaminan.

3. PIHAK PERTAMA sanggup untuk melunasi hutang tersebut dalam jangka waktu 1 tahun terhitung ditanda tanganinya surat perjanjian ini.

4. Jika PIHAK PERTAMA tidak dapat melunasi hutang tersebut, maka PIHAK KEDUA mempunyai hak penuh atas barang yang dijaminkan kepada PIHAK KEDUA.

5. Surat perjanjian ini dibuat rangkap 2 (dua) bermaterai cukup yang memiliki kekuatan hukum yang sama. Surat tersebut dipegang masing-masing PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA.

Demikian surat perjanjian hutang piutang dibuat ini di depan saksi. Saksi-saksi yang dimaksud  dalam keadaan sehat jasmani dan rohani serta surat ini dapat dijadikan sebagai pegangan hukum bagi masing-masing pihak.

Jakarta, 24 Oktober 2019

PIHAK PERTAMA                                                                                   PIHAK KEDUA

Mira Aditsti                                                                                                 Agung Santoso

Saksi-Saksi

Saksi I                                                 Saksi II                                                Saksi III

Supriyono                                            Rani Agnia                                           Abimanyu

Nah itulah ulasan mengenai beberapa contoh surat perjanjian untuk berbagai keperluan 2020. Semoga apa yang diulas di dalam artikel ini bermanfaat bagi pembaca.

You May Also Like

About the Author: icolancer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *